Uncategorized
Trending

Desa Mertak Tombok (Desa ASWAJA) gelar Kajian Fiqhunnisa’

Pemerintah Desa Mertak Tombok dan PC Fatayat NU Lombok Tengah Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah bertempat di Aula BUMDes Desa Mertak Tombok (Selasa, 11/02/2020).

Pengajian yang berlansung mulai pukul 14.30 WITA tersebut dibuka lansung oleh Kepala Desa Mertak Tombok yang dilanjutkan dengan Kajian Fiqhunnisa’ yang disampaikan oleh KH. Nurhasyim, S. Anam. 

Kajian Fiqhunnisa’ ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memantapkan pemahaman kaum perempuan dan laki-laki tentang bagaimana cara membedakan darah yang keluar dari farj/kemaluan perempuan, terlebih bagi kaum milenial yang kurang mendalami dan memperhatikan terkait dengan darah haid, nifas dan istihadloh, sehingga sulit untuk menghukuminya.

Kajian yang ia sampaikan begitu mendalam dan dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga semua peserta terlihat khidmah dalam mengikuti agenda tersebut.

KH. Nurhasyim sendiri merupakan Kiyai yang mendalami dan mempelajari tentang Haid, nifas dan Istihadhoh, mulai sejak mengenyam pendidikan Tsanawiyah di PONPES Miftahul Ulum Sidogiri beliau juga memperdalam ilmu keagamaanya pada kedua orang tuanya, dan sekarang beliau berkhidmah di Pondok Pesantren Sumurnangkan Madura.

Beliau sendiri sudah mulai berkeliling ke masing-masing Pondok Pesantren untuk Menyampaikan Materi Kajian-kajian tentang Fiqhunnisa’ sejak 2006 sampai sekarang, bahkan sepulang dari Lombok masih banyak jadwal yang menunggu”, ucap Royali Raudi salah satu santri sekaligus keluarga beliau yang menjadi koordinator Jadwal beliau di NTB pada LTN NU Lombok Tengah (Selasa, 11/02/2020)

“Bahkan setelah dari Mertak Tombok, Beliau akan lansung menyampaikan kajian Fiqhunnisa’ ke PONPES At-Tamimiy Beransak setelah itu baru berangkat ke Madura”, tambahnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Pemerintah Desa dan PC Fatayat NU Lombok Tengah sangat mengapresiasi, bahkan dalam waktu dekat ini Pemerintah Desa akan mengadakan kegiatan-kegiatan serupa yaitu kajian-kajian Fiqh, baik fiqh waris fiqh Nisa’ sampai Fiqh siyasah, yang di rencanakan akan dilaksanakan sekali seminggu dan akan di isi oleh Tuan guru-Tuan Guru se Lombok Tenga”, tegas Amrullah (Kepala Desa Mertak Tombok). 

Sedangkan PC Fatayat NU Lombok Tengah mengharapkan, bahwa dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan bagi kaum Perempuan milenial bisa lebih mahami dan mendalami Fiqh Nisa’ terlebih tentang Haid.

“Kami harapkan dengan adanya kegiatan seperti bisa memberi pemahaman terhadap kaum perempuan milenial bahwa tentah Haid itu bukan perkara mudah, tapi perkara yang rumit dan harus didalami secara serius agar tidak salah dalam menghukuminya”, tutrnya. (*ryn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close