Amaliyah NahdliyyahHeadlineMWCNURanting NU

HL Pathul Bahri Dorong Semua MWCNU dan Ranting NU Galakkan Kembali Tradisi Lailatul Ijtima’

PRAYA, NULOMBOKTENGAH.OR.ID | Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lombok Tengah HL. Pathul Bahri mengapresiasi beberapa Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di Lombok Tengah yang kembali menggalakkan tradisi Lailatul Ijtima’ di wilayah masing-masing.

Hal ini disampaikan HL. Pathul Bahri dalam acara Lailatur Ijtima’ di Dusun Perempung, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Jum’at, (2/9/2020).

“Saya mengingat-ingat, sebelum Almagfurlah ayahanda TGH Taqiuddin Mansyur wafat, Lailatul Ijtima’ ini rutin dilaksanakan disemua Ranting dan MWC se Lombok Tengah. Bahkan menurut penuturan beliau, itu berlangsung sejak kakek beliau TGH. Mansyur Abbas.” Cerita Pathul.

Berdasarkan penuturan TGH. Taqiuddin, pada masa kakeknya saking semaraknya Lalilatul ijtima’ ini, pelaksanaan dilaksanakan secara bergiliran di empat masjid masing-masing di dusung Sangkong, Ular Nage, Perempung, dan Selong Paok

“Beliau pernah cerita, empat daerah ini dulu yang paling istiqomah melaksanakan Lailatul Ijtima’ bahkan sejak kakeknya almagfurlah TGH. Mansyur Abbas masih hidup”. Cerita Pathul.

Lailatul Ijtima’ kata Pathul adalah salah satu media silaturrahim warga Nahdliyyin yang sudah di tradisikan oleh para Masyaikh dan para pendiri Nahdlatul Ulama.

“Lailatul Ijtima’ tidak hanya menjadi forum zikiran, Yasinan yang diselingi ceramah agama oleh Tuan Guru-Tuan Guru NU tetapi ini juga menjadi ruang konsolidasi internal kepengurusan NU dari tingkat Cabang hingga Ranting. Ini semata-mata untuk menguatkan Jama’ah dan Jam’iyah dalam rangka menjaga faham islam Ahlussunnah Waljama’ah” Jelasnya.

Ia berharap, perubahan situasi zaman saat ini juga membutuhkan konten Lailatul Ijtima’ yang terus di perbarui. Yang sudah bagus agar dipertahankan dan mengambil konten baru yang dibutuhkan warga dalam kondisi sekarang.

“Kalo dulu mungkin isinya hanya pengajian fiqh, tasawuf, nah sesekali bisa juga diisi dengan pengajian ekonomi warga Nahdliyyin, literasi covid-19 dan lain-lainnya” Tandasnya.

Begitu halnya dengan pembacaan amalan-amalan khas NU seperti Diba’, Barzanji, Raatibul Haddad, Ratib Al Atthas, juga ulama-ulama Lokal telah mewariskan banyak amalan seperti Wirid Al Manshuriyah, Wirid Manhal, Wirid Bagu serta baru lalu PCN U secara khusus menyusun wirid 9 yang merupakan kompilasi dari wirid-wirid yang sudah ada.

“Wirid-wirid ini sebagai benteng kita, benteng persatuan Nahdlatul Ulama secara lahiriyah dan bathiniyah yang terbukti telah membuat NU ini utuh dari zaman ke zaman” Ungkapnya.

Ia berpesan, sebagai Wakil Bupati yang saat ini juga ikut mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Lombok Tengah, hasil-hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan dimasa kepemimpinannya mendamping HM Suhaili, FT hendaknya bisa dilanjutkan lagi baik fisik maupun SDM, termasuk juga pembangunan dibidang sosial-keagamaan.

“Keberhasilan pembangunan ini bukan semata-mata keberhasilan kepemimpinan Suhaili – Pathul, tetapi juga tak lepas dari sinergitas dan persatuan masyarakat yang begitu kuat di Lombok Tengah, Karena itu persatuan ini harus terus dijaga”. Tandasnya.

Pada kesempatan itu, HL Pathul Bahri juga menyempatkan diri menyerahkan dana partisipasi NU dalam meneruskan pembangunan Masjid di Dusun Perempung, Desa Bonder Kecamatan Praya Barat. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close