Uncategorized

Masa Depan Ilmu Pengetahuan di Dunia Filsafat

Anisa Alinda Fitriani
(Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Lombok Tengah)

Selepas membaca buku filsafat ekonomi islam hasil karangan dari Mashur, SE.I,ME. Ternyata banyak hal yang dapat di petik dari isi pembahasan buku tersebut, yang lebih menonjol yang dapat saya pahami dan mengerti, terdapat di dalam sub bab “Masa Depan Ilmu Ekonomi Islam”. Di dalam sub bab tersebut terdapat penjelasan mengenai pandangan masa depan llmu ekonomi islam di masa yang akan datang nantinya.

Dalam BAB tersebut terdapat pernyataan yang menyinggung tentang perindustrian yang semakin berkembang dan meningkat, terlebih lagi di era revolusi industri 4,0, Ilmu Pengetahuan semakin berkembang, mengapa demikian ? Itu dikarenakan oleh zaman yang terus berubah sehingga mempengaruhi Ilmu Pengetahuan. Misalnya, pada sejarah perkembangan alam pikiran dan kebudayaan manusia terbatas pada aspek mitologis saja, kemudian dewasa ini berubah menjadi sesuatu yang filosofis dan konkret serta rasional.

Kemudian narasi diatas dapat menjadi penegasan tentang perubahan serta dibutuhkan kemampuan dan strategi untuk menghadapi kehidupan di masa depan, termasuk mengharapkan ekonomi islam menjadi solusi dan jawaban di masa-masa kehidupan yang akan datang. Oleh karena itu, dalam isi pembahasan yang ada menerangkan bahwasanya hukum pendukung ekonomi Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, dan kedua sumber tersebut harus mampu menyajikan solusi bagi upaya pengembangan ekonomi Islam dalam trend dunia modern.

Sebagaimana kita ketahui bahwa, ekonomi Islam memiliki paradigma yang berbeda dengan sistem-sistem yang sudah dibangun sebelumnya, disebabkan oleh jika sitem yang dibangun sebelumnya bertumpu pada teori-teori Kapitalisme dengan menerapkan Hukum ber-Modal sekecil mungkin dan menghasilkan keuntungan se-besar mungkin, namun Ekonomi Islam saya nilai memliki dua landasan kokoh yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits,

Oleh karena itu, seharusnya para Pelaku Ekonomi Islam (Ekonom Islam) bisa membuat dua dasar hukum tersebut sebagai penyaji solusi terhadap pengembangan ilmu ekonomi islam di dalam trend dunia modern.

Setelah menghasilkan postulat-postulat, aksioma dan materi-materi ekonomi islam hasil pengalaman empiris, kemudian di ‘ejawantah’ menjadi bentuk institusi-institusi dan kebijakan negara yang sifatnya makro dan terintegrasi. Saat ditemukan berbagai kekurangan dan kelemahan disinilah proses evaluasi konsep dilakukan, sehingga dalam jangka panjang model-model yang tadi telah dihasilkan akan menjadi lebih sempurna, establish dan relatif mudah secara aplikatif pada beragam hal-hal praktis tanpa ada batasan tempat dan waktu.

Dari gambaran ini, maka masa depan ekonomi islam tidak perlu dirisaukan, ketinggalan zaman’ saat diperhadapkan teori-teori modern.

Dalam hemat saya bahwasanya Islam tersebut memandang bahwa kehidupan dunia tidak otomatis terpisah dari Agama Islam itu sendiri, ini merupakan penegasan bahwa doktrin islam sebagai agama yang universal, senantiasa mewarnai dinamika kehidupan ekonomi manusia.

Sardar99( 1984:9) menulis,kenyataan bahwa al-quran itu kekal sudah cukup untuk mencari cara-cara baru dan inovatif untuk melaksanakan ketentuan-ketentuannya di masa mendatang.

Pada dasarnya sistem ekonomi menunjuk pada satu kesatuan mekanisme dan lembaga pengambilan keputusan yang mengimplementasikan keputusan tersebut terhadap produksi, konsumsi dan distribusi pendapatan.

Karena itu, sistem ekonomi merupakan sesuatu yang penting bagi perekonomian suatu negara. Sistem ekonomi terbentuk karena berbagai faktor yang kompleks, misalnya ideologi dan sistem kepercayaan, pandangan hidup, lingkungan geografi, politik, sosial budaya, dan lain-lain.

Sistem ekonomi kapitalis yang saat ini berkembang, memanglah tidak sama persis dengan pada masa awal lahirnya. Telah terjadi evolusi dalam proses perjalanan sistem kapitalis menuju ke arah yang lebih humanis dan memperhatikan etika, sebagaimana telah disinggung dalam pendahuluan artikel ini. Era ekonomi dewasa ini di era global sering disebut era ekonomi modern atau ekonomi baru (the new economy). Ekonomi Baru sebenarnya menyangkut keseluruhan industri (dalam arti luas) yang bersaing dalam tatanan dan cara baru.

Ekonomi Baru bukan hanya menyangkut teknologi tinggi, tetapi lebih pada berinovasi dalam melakukan bisnis, terkait dengan produk (barang/jasa) dan sebagainya. Aktivitas produktif dalam Ekonomi Baru menghadapi isu dan karakteristik yang hampir serupa, yaitu cepat, global, berjaringan, semakin dipengaruhi/ditentukan oleh pengetahuan, semakin sarat teknologi/inovasi.

Perbedaan Ekonomi Baru dengan ekonomi lama (sebelumnya) pada dasarnya lebih pada paradigma dalam melaksanakan atau mengelola dan mengembangkan aktivitas ekonomi. Ekonomi Baru sangat sarat dengan dinamika perubahan yang cepat, aktivitas yang seolah tanpa batas (borderless), dan jaringan yang menjadi pola hubungan keseharian yang menentukan bagaimana proses nilai tambah dilakukan, serta bagaimana keterkaitan dan daya saing dibangun dan dipertahankan.

Terlebih penting lagi sebenarnya adalah bahwa pengetahuan (knowledge) dan inovasi dianggap sebagai pendorong utama (the driving force) bagi Ekonomi Baru. Kenyataan ini memang untuk sementara ini lebih signifikan terjadi di negara ekonomi maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close