Uncategorized
Trending

Peringati HAUL Almagfurulah TGH L M Faishal yang ke 25, Keluarga Besar YPPNU Nurul Ulum Mertak Tombok adakan Dzikir dan Do’a bersama

TGH.L. Habiburrahman Faishal, MM. dan TGH.M. Nur Muchtar, S.Pd.I bersama para Asaatidz saat acara Peringatan Haul Almagfurulah TGH.L.M. Faishal yang ke 25

Agenda Perayaan Haul Almagfurulah TGH.L.M. Fhaisal kali ini merupakan agenda perdana yang dilakukan oleh Keluarga Besar YPPNU Nurul Ulum Mertak Tombok.

Agenda yang dihadiri oleh santri Nurul Ulum Mertak Tombok dan Masyarakat Dusun Mertak Tombok tersebut berjalan dengan khidmah. Acara tersebut Di awali dengan pembacaan Wirid Manhal yang di Pimpin oleh Ust. Nasrullah selanjutnya dilanjutkan dengan Sambutan Atas nama Tuan Rumah dan Testimoni yang disampaikan oleh TGH.M. Nur, S.Pd.I (Alumni YPPNU Manhalul Ulum Praya) dan TGH.L. Habiburrahman Faishal (Putra Al Magfurulah TGH.L.M. Faishal).

TGH.L.M. Faishal Lahir pada tanggal 23 April 1925 dan wafat pada tanggal 3 Februari 1996, beliau merupakan Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Manhalul Ulum Praya dan Rois Syuriah PWNU NTB sejak tahun 1968 – 1996.

Beliau mendirikan Pondok Pesantren pada tahun 1956, sebagai wadah calon Asaatidz menimba Ilmu, baik Ilmu Agama maupun Ilmu Umum, sehingga sampai saat ini murid-murid beliau banyak yang menjadi pelopor Pendidikan dengan mendirikan Pondok-Pondok Pesantren di Lombok Tengah, seperti TGH.M. Nur Muchtar, S.Pd.I yang pada tahun 1997 mendirikan Pondok Pesantren Nurul Ulum di Desa Mertak Tombok.

Wafatnya beliau pada tanggal 3 Februari 1996 merupakan Musibah besar bagi masyarakat Lombok Tengah, disebabkan karena beliau merupakan Tokoh sentral Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok Tengah, beliau dijadikan sebagai Panutan bukan hanya dalam bidang Agama tapi juga dalam bidang-bidang lain, seperti Bidang Sosial Kemasyarakatan sampai pada bidang Politik pada saat itu.

“Tertanggal 3 Februari 2021 genap 25 tahun beliau wafat, dan sebagai murid dan murid dari murid beliau sangat rugi dan merasa durhaka sekali rasanya jika kita tidak mengingat beliau dengan memperingati Haul beliau, agenda Haul yang kita laksanakan ini, dalam beberapa literatur memiliki banyak sekali dalil, sehingga jangan percaya kepada orang-orang yang mengatakan bahwa peringatan Haul merupakan perbuatan Haram”, ungkap TGH.M. Nur Muchtar, S.Pd.I disela-sela Sambutan sebagai Tuan Rumah sekaligus Penyampaian Testimoni kehidupan Al Magfurulah TGH.L.M. Faishal.

Beliau juga menjelaskan bahwa selain sebagai Rois Syuriyah PWNU NTB Pada tahun 1968-1996, Almagfurulah TGH.L.M.Faishal juga merupakan Muharriq (Penggerak) berdirinya Pondok Pesantren-Pondok Pesantren NU di Lombok Tengah.

“Pada tahun 1994, Tuan Guru Faishal menghadiri acara di Musholla Nurul Ulum Mertak Tombok, disana beliau berdo’a sekaligus memberikan semangat pada tiang (dalam bahasa Sasak) dan Masyarakat, untuk mendirikan Pondok Pesantren di tempat ini, sehingga Alhamdulillah sekarang kita sudah memiliki Pondok Pesantren yang kita bangun bersama Masyarakat. Jadi beliau bukan hanya berperan penting untuk NU saja, tapi juga dalam banyak hal termasuk menjadi Muharriq (Penggerak) Berdirinya Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok dan Pondok Pesantren-Pondok Pesantren NU lainya, seperti Darul Ulum Beraim, Manbaul Ulum Kabul, Al Ma’rif Mujur, Raudlatul Ulum Batu Jangkih,  Sullamul Ma’ad Penujak, Raudlatul Ma’rif Darek dan masih banyak yang lainya”, tambahnya.

TGH.L. Habiburrahman Faishal, MM. Sebagai salah satu Putra dari Almagfurulah TGH.L.M. Faishal dalam acara tersebut menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pihak Panitia dan Keluarga Besar Nurul Ulum Mertak Tombok.

“Saya Mewakili atas nama Keluarga Almagfurulah TGH.L.M. Faishal menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada Panitia Pelaksana dan Keluarga Besar Nurul Ulum Mertak Tombok, sekaligus berharap dengan diadakanya acara ini, kecintaan kita kepada beliau bertambah, sekaligus kita mendapatkan keberkahan dalam hidup karena terus mengingat jasa guru kita semua”, ungkapnya.

Beliau juga menambahkan, bahwa Almagfurulah dulu semasa hidupnya selalu Istiqomah dan Totalitas dalam ber-NU.

“Yang mungkin sulit kita ikuti dari beliau adalah cara beliau Istiqomah dan Totalitas dalam ber-NU, dulu saat NU masih di masumi beliau ikut NU ke Masumi, dan ketika NU keluar dari masumi, beliau ikut juga ikut NU keluar dari Masyumi, bgitu juga saat NU dijadikan sebagai partai politik, beliau juga ikut masuk Partai Politik NU,  sampai pada Muktamar NU di Situbondo yang menghasilkan NU harus kembali ke khittoh 1926, beliau juga ikut”, Cerita beliau menambahkan.

Terakhir beliau menyampaikan, bahwa, Almagfurulah dulu merupakan Tokoh yang dikenal mengabdikan sebagian Hidupnya untuk Ummat sehingga beliau berharap kepada para santri dan kita semua untuk tetap menjaga Marwah beliau.

“Almagfurulah dulu adalah Tokoh yang dikenal mengabdikan sebagian hidup beliau untuk ummat, sehingga saya harapkan kepada kita semua untuk sama-sama menjaga marwah beliau, dengan cara mengamalkan apa yang pernah beliau ajarkan kepada kita semua dan tentunya dengan menjaga diri kita dari apa yang sekiranya apabila kita melakukanya beliau akan marah kepada kita”, tutup TGH.L. Habiburrahman Faishal, MM. yang saat ini menjadi Pimpinan YPPNU Manhalul Ulum Praya.

Selanjutnya acara di tutup dengan Dzikir dan doa yang di pimpin oleh TGH.M.Nur Muchtar, S.Pd.I Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok, sekaligus menjabat sebagai Rois Syuriyah MWCNU Praya Dua. *Ryn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close