Uncategorized

Ponpes Nurul Ulum disambangi PWNU NTB dan UNU NTB : Rektor hampir ketinggalan Pesawat!

Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok di kunjungi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB dan Rektorat UNU NTB pada Sabtu (19/10/2019) dalam rangka silaturrahim dan menjalin kerjasama antara pondok Pesantren Nurul Ulum dan UNU NTB dalam melaksanakan perkuliahan tahun ajaran 2019/2020.

Hadir pada acara tersebut Rektor UNU NTB beserta rombongan dan dari PWNU NTB diwakili beberapa pengurus. Acara tersebut dimulai pada pukul 08.00 wita bertempat di Aula Ponpes Nurul Ulum Mertak Tombok.

Safrudin Habibo, S.Pd selaku Panitia Pelaksana mengatakan bahwa acara ini hanya silaturrahim dalam rangka terbentuknya kerjasama perkuliahan UNU NTB dengan Pondok Pesantren yang dimana mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan di pondok pesantren Nurul Ulum. “Alhamdulillah mahasiswa yang telah resmi daftar kuliah di UNU tapi perkuliahannya bisa di Nurul Ulum yang mahasiswanya sudah ada 34 orang yg terdiri dari Alumni Ponpes Nurul Ulum dan masyarakat sekitar”. Tambah Safrudin Habibi selaku sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Nurul Ulum.

Sementara Ketua Yayasan Ponpes Nurul Ulum H. Ahkam S.IP mengatakan berbangga dan berterima kasih atas kedatangan PWNU NTB dan Rektor UNU NTB serta rombongan dan kesediaan UNU NTB bahwa perkuliahan bisa dilaksanakan di Ponpes Nurul Ulum.

“Kepada para mahasiswa, bersyukurlah bisa kuliah di UNU NTB, disamping membesarkan pendidikan-pendidikan yang ada di Nahdlatul Ulama maupun berkembang dan jayanya NU, itu niat kami”. Tambah H. Ahkam S.IP

Dalam sambutannya juga ketua yayasan dengan tegas mengatakan “bahwa jika ada dewan guru nurul ulum yang belum mengikuti PKPNU akan dikeluarkan dari yayasan, karena dalam rangka mencetak kader-kader generasi NU maka guru harus memiliki pandangan kuat dan faham cara berNU, maka solusi pengkaderannya adalah ikut PKPNU”. Terang Anggota DPR RI Lombok Tengah sekaligus Kader Penggerak NU PCNU Loteng Angkatan II.

Pembina Yayasan Ponpes Nurul Ulum TGH. Muhammad Nur Muchtar S.Pd.I dalam sambutannya menjelaskan kembali sejarah Ponpes Nurul Ulum sampai kepada guru-guru beliau sampai terbentuknya Ponpes Nurul Ulum Mertak Tombok berdasarkan pesan dari Alm. TGH. L. Muh. Faisal Praya untuk mendirikan pesantren.

Sedangkan Rektor UNU NTB BQ. Mulianah M.Pd.I dalam sambutannya menyampaika bahwa UNU NTB masuk dalam 5 besar kampus terbaik tingkat Provinsi berdasarkan kemenristekdikti “berbanggalah menjadi bagian dari UNU NTB, padahal umur masih muda diantara kampus-kampus lain yang sudah berdiri duluan”.

Ditambahkan juga “insya allah bulan desember nanti akan dilaksanakan wisuda perdana Mahasiswa UNU NTB, dan setelah mahasiswa selesei di UNU NTB jangan khawatir jika sudah lulus tidak akan nganggur karena UNU NTB sudah mempersiapkan semuanya sebelum diwisuda”. Terang istri mantan ketua Tanfidziah PWNU NTB Alm. TGH. Taqiudin Mansur.

Kuliah di UNU NTB banyak memberikan kemudahan hidup jika dengan ihlas berjuang dan mengabdikan diri sungguh-sungguh di UNU NTB. “saya sudah sering merasakannya, maka jangan remehkan UNU NTB, luruskan niatnya menjadi mahasiswa”. Terang Rektor UNU NTB.

Perkuliahan mahasiswa UNU NTB yang berlokasi di Ponpes Nurul Ulum akan dimulai dalam waktu dekat tinggal menunggu jadwal dari kampus karena silaturrahim hari ini bagian dari awal perkuliahan mahasiswa UNU NTB yang berlokasi di ponpes Nurul Ulum.

Ibu Rektor ditinggal pesawat
Dari sambutan Rektor UNU NTB, ada cerita unik yang mengundang tawa mahasiswa dan tamu undangan yang hadir.
“saya hampir ditinggal pesawat waktu akan menghadiri undangan menteri kelautan jepang, namun karena saya percaya bahwa diri saya adalah Rektor UNU NTB dan membesarkan NU maka semua dipermudah sampai ahirnya pesawat yang menunggu saya”. ucap Ibu Mulianah yang membuat hadirin tertawa keras.

Jadi kepercayaan dalam berjuang di NU harus kuat, jangan mudah takut dan merasa sendiri berjuang di NU, terlebih menjadi mahasiswa di UNU NTB jangan setengah apalagi meragukan. “buktinya saya bisa menyetop pesawat” terang ibu rektor.

Banyak sekali kejadian-kejadian aneh yang dirasakan selama ini, itulah keberkahan NU akan muncul tanpa kita sadari dan datang tiba-tiba.

Selanjutnya PWNU NTB di wakili oleh Dr. Adi Fadli memberikan orasi Ke-NU-an, mengupas makna Nahdlatul Ulama dan prinsip berNU. Dalam orasinya juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa dan santri tentang perjuangan di NU, tentang bagaimana berjuang di NU.

Barang siapa yang bersungguh-sunguh maka dia akan dapat meraih apa yang di inginkan. Sepenggal motivasi yang di sampaikan dalam orasinya. “Percaya sama NU dan kekuatan yang ada di NU, teruslah berjuang di NU dan isi bagian-bagian pendidikan di tubuh NU”. Pesan Katib Syuriah PWNU NTB tersebut.

“Menjadi mahasiswa di UNU NTB berarti menjadi bagian dalam membangun dan mengembangkan NU di provinsi NTB, maka bersyukurlah dan jangan putus semangat”. Tambah Dr. Adi Fadli.

Kegiatan tersebut berakhir tepat pada pukul 12.00 wita dan secara resmi mahasiswa UNU NTB yang berlokasi di Ponpes Nurul Ulum dapat melaksanakan perkuliahan selanjutnya sampai selesei. (Mie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close