Uncategorized

Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kuatkan Kaderisasi Generasi Muda NU di Pesantren

Mertak Tombok. NUOnlineLombokTengah- Pondok Pesantren Nurul Qur’an Lendang Simbe Desa Mertak Tombok Kec. Praya Lombok Tengah melantik pengurus baru Organisasi Pelajar Qur’any (ORPY) (Selasa, 4/02/2020).

Acara tersebut dikemas dengan serah terima jabatan dan pelantikan Organisasi Pelajar Qur’any (ORPY) Masa Khidmat 2020-2021 oleh Majelis Pembimbing Organisasi (MPO) Pondok Pesantren Nurul Qur’an Lendang Simbe

ORPY adalah kepanjangan tangan Pondok Pesantren Nurul Qur’an dalam membantu mengembangkan pondok pesantren baik didalam maupun diluar pondok pesantren.

“ORPY ini adalah organisasi internal bagi santri Nurul Qur’an untuk belajar bermasyarakat dan membantu pesantren dalam berbagai hal termasuk pengembangan Al-Qur’an dan ORPY ini adalah hasil kreasi santri Nurul Qur’an”. Terang Khairul Insan selaku Ketua MPO

Pelantikan Pengurus ORPY Masa Khidmat 2020-2021

Yang menarik pada kegiatan pelantikan kali ini adalah menekankan kepada pengurus ORPY untuk selain mengembangkan Pondok pesantren melalui Al-Qur’an tetapi juga mengembangkan NU.

Pondok pesantren Nurul Qur’an adalah salah satu Pondok Pesantren NU yang terus memperjuangkan dan mengambangkan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah.

Sebagai organisasi tertua dan besar, Nahdlatul Ulama dan pesantren tidak bisa dipisahkan bahwa NU adalah pesantren besar dan pesantren adalah NU kecil (diambil dari tulisan KH. Salahudin Wahid atau Gus Solah pada koran Tempo terbit pada Senin 27 Januari 2020).

Pesantren didirikan Oleh Jamaah NU bukan organisasi NU, maka pesantren dan santri berperan besar dalam mengembangkan organisasi NU melalui kaderisasi terhadap generasi muda NU. Inilah alasan utama adanya ORPY di Ponpes Nurul Qur’an untuk terus mengasah pengetahuan keorganisasian bagi para santri terutama dalam mengembangkan organisasi NU.

“Berdiri dan berkembangnya organisasi di pesantren merupakan Restorasi Kaderisasi bagi generasi penerus organisasi sesuai tema acara ini”. Ungkap Pembina Yayasan Ponpes Nurul Qur’an TGH. Sabarudin Ar. M.Pd.

“Berikutnya organisasi di pesantren juga dalam rangka menjalankan prinsip Aswaja yakni Tawazun (seimbang dalam berkhidmat kepada Tuhan, masyarakat dan sesama manusia) maka kaderisasi organisasi dipesantren harus terus dikembangkan untuk mempersiapkan kader muda NU kedepan”. Tambah Wakil Ro’is Syuriah PCNU Loteng

NU juga mengandung empat pengertian, yakni pertama ajaran, kedua Ulama dan pesantren, ketiga warga dan keempat organisasi. “Untuk itu pentingnya kaderisasi organisasi di pesantren terlebih pesantren NU untuk merestorasi organisasi dalam menyongsong kejayaan NU pada satu abad NU nantinya”. Tegas TGH. Sabarudin Ar. M.Pd

Kaderisasi bagi santri di pesantren penting dan harus dilaksanakan. Pengurus NU harus memperhatikan hal tersebut bukan hanya melaksanakan organisasi semata tetapi mencetak dan mengembangkan organisasi NU melalui organisasi-organisasi di pesantren. Disamping kaderisasi-kaderisasi yang ada di NU, baik Badan Otonom maupun Lembaga NU.

Foto bersama Pengurus Pesantren dan pengurus ORPY baru usai dilantik

“Kuatkan NU pada santri di pesantren, maka NU akan kuat dan besar sehingga NU bisa meraih kejayaannya”. Pesan TGH. Sabarudin Ar. M.Pd

Sebagai penutup beliau juga menambahkan “hidden purpose dari kegiatan ini adalah bagaimana santri mampu memahami makna dan cara berdemokrasi secara islami”.
“Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau tidak kita siapa lagi”. Tambah beliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close